SUARAFLOBAMORA.COM – Ajang El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIII 2025 semakin meriah dengan kehadiran Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., yang menyaksikan langsung pertandingan antara Persekota Kupang dan PS Malaka, Senin (6/3) di Stadion Oepoi Kupang.
Dukungan Penuh untuk Sepak Bola Lokal
Kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang tidak hanya sebagai bentuk dukungan bagi tim Persekota Kupang, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kota dalam memajukan sepak bola lokal serta meningkatkan semangat sportivitas di Nusa Tenggara Timur. Keduanya tampil mengenakan jersey ungu sebagai simbol dukungan bagi tim kebanggaan Kota Kupang.
Selain itu, Wali Kota Kupang didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya. Hadir pula sejumlah anggota DPRD Kota Kupang, seperti Muhammad Ramli, Ahmad Talib, dan Roy R. Riwu Kaho, yang turut memberikan dukungan moral kepada tim-tim yang berlaga dalam turnamen ini.
Pertandingan Sengit, Hasil Imbang
Pertandingan antara Persekota Kupang dan PS Malaka berlangsung sengit. Kedua tim yang tergabung dalam Grup G bersama Persap Alor dan Persim Manggarai menampilkan permainan atraktif dengan strategi serangan cepat serta pertahanan kokoh. Ribuan penonton yang memadati Stadion Oepoi Kupang turut menambah atmosfer pertandingan yang penuh semangat dan euforia.
Laga ini berakhir dengan skor imbang 1:1, hasil yang semakin memperketat persaingan di Grup G. Dengan hasil ini, kedua tim masih memiliki peluang untuk melangkah ke babak selanjutnya, tergantung pada pertandingan-pertandingan berikutnya dalam turnamen yang berlangsung dari 3 hingga 25 Maret 2025.
ETMC XXXIII, Ajang Pembuktian Tim-Tim Terbaik
El Tari Memorial Cup XXXIII tahun ini diikuti oleh 32 tim dari berbagai kabupaten/kota di NTT. Turnamen ini menjadi ajang bergengsi untuk membuktikan kualitas sepak bola daerah sekaligus mencari bibit-bibit muda berbakat yang bisa membawa nama NTT ke level yang lebih tinggi.
Dengan antusiasme tinggi dari berbagai pihak, termasuk dukungan langsung dari pemerintah daerah, diharapkan sepak bola di NTT semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional. Keberadaan turnamen ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat tetapi juga menjadi langkah strategis dalam pembinaan olahraga di daerah.