Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bank NTT dan Kementerian Perekonomian Bahas Perkembangan UMKM di NTT

Jumat, 24 Januari 2025 | 09:20 WIB Last Updated 2025-01-24T01:20:00Z

 


SUARAFLOBAMORA.COM - Bank NTT menggelar pertemuan strategis  dengan Deputi 1 Kementerian Perekonomian Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, bersama Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan dan Usaha Bisnis, Gunawan Pribadi, serta jajaran staf kementerian, untuk membahas langkah strategis mendukung perkembangan UMKM di NTT dan upaya Bank NTT mengatasi kredit macet (Non Performing Loan/NPL pada KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Deputi 1 Kementerian Keuangan RI pada Kamis, 23 Januari 2025 dengan dihadiri Plt. Dirut Bank NTT, Yohanes Landu Praing dan sejumlah jajaran Direksi Bank NTT.

Plt. Dirut Bank NTT Yohanes Landu Praing dalam paparannya menggarisbawahi besarnya potensi UMKM di wilayah NTT, yang didukung oleh sumber daya alam melimpah di sektor pariwisata, pertanian, dan peternakan.

Berdasarkan data statistik tahun 2023, terdapat 200 ribu unit UMKM di NTT, dengan 16 ribu di antaranya diberdayakan atau dibiayai oleh Bank NTT. Beberapa produk UMKM bahkan telah berhasil menembus pasar ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.

Namun, Bank NTT juga menghadapi tantangan besar, terutama terkait tingginya tingkat NPL pada KUR akibat penyaluran kredit yang sebelumnya dinilai kurang prudent.

Hal ini membuat Bank NTT tidak mendapatkan kuota penyaluran KUR dalam beberapa tahun terakhir.

Terkait hal itu, Deputi 1 Kementerian Perekonomian, Ferry Irawan dalam tanggapannya menyampaikan, bahwa kementerian memahami potensi besar UMKM di NTT.

Setelah beberapa kali mengunjungi wilayah tersebut, Ferry melihat sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan peternakan sebagai fondasi kuat untuk pengembangan ekonomi daerah.

Ferry memberikan empat solusi utama yang dapat dilakukan Bank NTT untuk menurunkan NPL dan kembali mendapatkan kuota penyaluran KUR:

Hapus Buku Kredit Bermasalah
Melakukan penghapusan buku kredit bermasalah dengan izin RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Langkah ini dianggap penting untuk mengurangi NPL dan memperbaiki rasio kredit bermasalah.

Perbaikan Kelembagaan dan SDM
Perbaikan struktur kelembagaan, tata kelola, proses kerja, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Bank NTT untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan daya saing lembaga.

Koordinasi Teknis
Bank NTT diminta untuk berkoordinasi dengan tim teknis Kementerian Perekonomian terkait data NPL KUR dan melaporkan secara resmi langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menurunkan NPL.

Rekomendasi OJK
Bank NTT perlu mendapatkan rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perwakilan NTT sebagai dukungan tambahan dalam upaya pemulihan kinerja kredit.

Untuk diketahui, pertemuan tersebut menghasilkan dukungan besar dari Kementerian Perekonomian untuk Bank NTT, termasuk dorongan agar langkah-langkah yang telah diusulkan dapat segera direalisasikan.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank NTT, diharapkan UMKM di NTT dapat tumbuh lebih pesat dan memberikan dampak signifikan pada perekonomian daerah.***