Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemkot Kupang Targetkan Stunting Turun Menjadi 20 Kasus Enam Bulan Kedepan

Rabu, 04 Desember 2024 | 08:56 WIB Last Updated 2024-12-11T12:10:53Z


SUARAFLOBAMORA.COM - Per bulan Agustus 2024, angka stunting di Kota Kupang turun menjadi 18,4 persen (4.086 kasus) dari Angka 29,9 persen di beberapa bulan sebelumnya.  Pemkot Kupang menargetkan untuk menurunkan kasus stunting menjadi 2.000 kasus dalam waktu enam (6) bulan kedepan. 


Tercatat ada 4.086 bayi yang mengalami stunting di Kota Kupang dan stunting tertinggi ada di Kecamatan Maulafa dan Kecamatan Alak. 


Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M. Kes kepada media ini di ruang kerjanya pada Rabu (13/11/2024) menjelaskan, Prevalensi atau jumlah keseluruhan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2023 sebesar 37,9%, yang tertinggi adalah kabupaten TTS (50,1%) dan terendah kabupaten Ngada ( (21,3%) dan Kota Kupang berada pada urutan ke 5 terendah dengan prevalensi 29,9%.


Prevalensi tertinggi stunting adalah Kecamatan Kelapa Lima (24.9%), namun jumlah balita stunting tertinggi adalah Kecamatan Maulafa dengan 1.086 kasus dan terendah di Kecamatan Kota Lama. 


Dalam upaya menangani stunting di Kota Kupang, Dinas Kesehatan yang dipimpin drg. Retnowati, M.Kes, telah melakukan stunting Intervensi spesifik melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak Balita. 


Anggaran sebesar Rp.2,592,720.000 dari dana DAK tahun 2024 ini telah digunakan untuk pemenuhan gizi Balita dan ibu hamil melalui program PMT kepada 1.220 Balita gizi kurang dan 568 ibu hamil. 


Penyediaan F100 dari dana DAU 2024 untuk tatalaksana 350 Balita gizi buruk dengan anggaran sebesar Rp.751.920.000, penyediaan nutrisi POK dari dana DAU 2024 untuk 2475 anak T (weight Faltering) sebesar Rp.900,450,000. 


Penyediaan nutrisi PKMK untuk tatalaksana stunting untuk 3.436 anak dari dana DAU 2023 sebesar Rp. 2.446.788.000 dan penyediaan TTD dana DAK 2024 untuk remaja putri dan ibu hamil dengan total anggaran sebesar Rp 70,000,000, selebihnya didapatkan melalui obat dari Kementerian Kesehatan RI.


Selain mensapatkan dukungan dari para orangtua asuh, kerja kolaborasi penanganan stunting secara teknis di Kota Kupang melalui 12 Puskesmas dan 352 Posyandu. Posyandu sebagai ujung tombak memiliki peran penting dalam penanganan stunting, khususnya dalam upaya pencegahan stunting pada balita. 


Posyandu melalui para kadernya secara aktif dan terjadwalkan melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin, seperti mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. 


Para Kader Posyandu juga memberikan edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh anak tentang stunting dan langkah pencegahannya, jika ditemukan anak dengan tanda-tanda stunting. 


Posyandu akan melakukan rujukan ke tenaga kesehatan di Pustu dan Puskesmas. Posyandu juga menyalurkan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita gizi kurang atau stunting dan  menyelenggarakan program-program pencegahan stunting, seperti POPM (Pemberian Obat Pencegahan Pasal) cacingan, penanggulangan diare, sanitasi dasar, dan peningkatan gizi. ***Sam