Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Deretan Rekomendasi Tim Pakar Untuk Penanganan Kasus Stunting di Kota Kupang

Rabu, 04 Desember 2024 | 15:05 WIB Last Updated 2024-12-11T12:19:06Z

SUARAFLOBAMORA.COM - Audit kasus stunting (AKS) oleh pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) di Hotel Kristal pada Rabu 19 November 2024 melahirkan sejumlah rekomendasi penting untuk pencegahan dan penanganan kasus stunting di Kota Kupang. 


Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Kupang Fransisca J.H. Ikasasi di sela kegiatan audit kasus stunting di Kota Kupang pada Rabu, 19 November 2024.


"Pelaksanaan AKS harus melibatkan pendekatan multisektor dan konvergen, termasuk memastikan lima PASTI utama yaitu pastikan penentuan keluarga target sasaran dilaksanakan dengan baik, pastikan setiap keluarga dan individu target sasaran masuk dalam daftar target sasaran intervensi, pastikan setiap sasaran terdaftar dalam target sasaran Memperoleh pelayanan program intervensi, pastikan bagaimana setiap sasaran memanfaatkan program intervensi yang dibutuhkan sesuai kriteria program yang ada dan pasti, semua pelaksanaan program tentunya harus terlaporkan secara akurat," jelasnya.  


Menurut Fransiska Ikasasi, yang pertama yaitu pemberian asupan nutrisi kepada anak sesuai dengan status gizi dan kebutuhan kalorinya. Pemberian pangan medis kebutuhan khusus yang dipantau dokter spesialis anak bagi anak dengan stunting. 


Ini kerjasama dengan semua spesialis anak untuk mengatasi penyakit yang sedang diderita oleh anak. Kemudian memeriksa kemungkinan brain flag pada anak. Salah satunya menyebabkan kemungkinan infeksi tibi baru pada anak. 


Pada anak dengan kecurigaan gangguan perkembangan, segera dilakukan evaluasi dan tata laksana, memastikan semua anak memiliki jaminan kesehatan. Penyuluhan agar di rumah yang ada bayi dan balita serta anak harus bebas dari asap rokok. 


Penyuluhan berilaku hidup bersih dan sehat serta intervensi gizi terhadap anak-anak yang ditemukan mengalami wakeful cream di posyandu dan puskesmas, supaya tidak lagi bertambah kasus stunting baru. Berikut intervensi segera terhadap ibu hamil dengan kurang energi konik dan anemia atau yang berisiko KEK. 


Lalu pemanfaatan posyandu sebagai sarana konseling laktasi dan konseling gizi bagi keluarga yang memiliki bayi, balita, penimbangan berat badan dan tinggi badan serta perkembangan anak secara teratur. 


Kedua, rekomendasi berencana diantaranya yaitu peninjauan lingkungan tempat tinggal, apakah sudah memenuhi syarat layak huni untuk anak. Pemberian bantuan tepat sasaran termasuk jika memberikan makanan tambahan harus selektif dan sesuai dengan kebutuhan. 


Penyuluhan KB khusus kepada keluarga yang sedang memiliki balita, penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja tentang bahaya seks bebas dan risiko kehamilan di usia terlalu muda atau pada usia remaja. 


Lalu melengkapi alat ukur di semua posyandu dan puskesmas agar sesuai standar. Pelatihan rutin bagi petugas dalam hal pengambilan data. Pengukuran dan interpretasikan bufek isi, input data, dan lain-lain secara akurat, karena akurasi data mempengaruhi tindakan yang diambil. 


Berikut mengingat pentingnya ASI eksklusif dalam penjagaan stunting, petugas harus diberi pelatihan konseling laktasi. Investigasi kontak terhadap penderita TB aktif, pemberian terapi penjagaan TB pada anak sesuai alur dan indikasinya. Penerapan rujukan berjenjang untuk aksi cegah stunting, penyusungan alur yang tepat sesuai kondisi daerah. 


Ketiga, melakukan pemeriksaan rutin untuk evaluasi kerat badan, hemoglobin, dan berat badan janin, melakukan pemeriksaan evaluasi kondisi ibu dan janin di rumah sakit dengan dokter spesialis obgyn baik rujukkan dari FKTP dan FKTR. 


Konseling pendampingan untuk edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, dan pola hidup sehat. Lalu mendukung ekonomi keluarga untuk penyediaan makanan bergizi seimbang berupa bantuan dari pemerintah dan masyarakat yang mampu. Kemudian mendukung ekonomi keluarga untuk penyediaan makanan bergizi seimbang Dan akses air minum berupa bantuan dari pemerintah dan masyarakat yang mampu 


Keempat, psikoedukasi dan penampingan mengenai kesehatan mental. Dicetak terang psikologis itu hamil, ibu menyusui ibu yang memerlukan MPASI psikoedukasi mengenai pola asuh yang tepat antara ibu dan ayah. 


Psikoedukasi pada ayah dan keluarga untuk support sistem pada ibu dan pendampingan secara psikologis secara intens untuk ibu dan anak yang mengalami stunting. ***