Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa UNWIRA Kupang Edukasi Siswa SMAN Manamas Kabupaten TTU

Selasa, 03 Desember 2024 | 20:37 WIB Last Updated 2024-12-03T12:43:33Z


SUARAFLOBAMORA.COM – Mahasiswa/i KKN-PKM (Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurusan Filsafat Universitas Katolik (UNIKA) widya Mandira Kupang mengedukasi para siswa/i SMA Negeri Manamas Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), untuk mencegah pernikahan dini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 26 November 2024 lalu dengan melibatkan 11 orang mahasiswa/i UNWIRA Kupang bertema “Keluarga dan Problem Perkawinan.” 

Tujuan utama kegiatan tersebut yaitu memberikan edukasi kepada siswa-siswi SMA Negeri Manamas, mengenai dampak negatif dari perkawinan usia dini. Perkawinan dini menjadi isu yang semakin marak terjadi di kalangan remaja sekolah, termasuk di lingkungan SMA Negeri Manamas. 

Oleh karena itu, para mahasiswa menyampaikan materi yang berfokus pada tema “Dampak Perkawinan Dini bagi Remaja SMA Manamas,” sebagai langkah awal dalam pencegahan dan penanggulangan masalah tersebut.

Salah satu alasan utama terjadinya perkawinan usia dini adalah kurangnya pemahaman mengenai hubungan antar lawan jenis serta dampak jangka panjang dari keputusan untuk menikah di usia muda. 

Dalam kegiatan tersebut, Anggelinus Rigen Laku Leto sebagai pemateri utama menjelaskan, bahwa perkawinan usia dini menjadi masalah yang perlu segera diatasi karena dapat mengancam masa depan remaja. 

Ia juga menyoroti berbagai dampak buruk dari perkawinan dini, termasuk risiko terhadap kesehatan fisik dan mental, hambatan dalam pendidikan, tantangan ekonomi, serta terganggunya hubungan sosial.

Angka kehamilan di usia remaja di SMA Negeri Manamas menjadi salah satu alasan penting diadakannya kegiatan edukasi ini. Atalia Haikase, S.Ag, seorang guru di sekolah tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Ia menyebutk permasalahan kehamilan dini semakin meningkat di lingkungan sekolah. 

Dari sebab itu, ia berharap materi yang disampaikan dapat meningkatkan pemahaman siswa dan membantu mengurangi angka kehamilan remaja di sekolah.

Edukasi mengenai dampak negatif perkawinan dini tidak hanya memberikan informasi kepada siswa tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa UNWIRA dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Program ini menitikberatkan pada aspek pendidikan, yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas moral dan karakter generasi muda, khususnya di lingkungan pedesaan yang rentan terhadap permasalahan sosial.

Dengan pendekatan edukatif dan penyampaian materi yang relevan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran siswa mengenai pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan. 

Dalam kegiatan ini, Mahasiswa KKN-PKM UNWIRA memberikan wawasan dan ilmu baru kepada siswa terkait berbagai risiko dan tantangan yang dapat muncul akibat perkawinan di usia dini.

Program ini tidak hanya menjadi upaya pencegahan terhadap masalah sosial seperti perkawinan dini, tetapi juga mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. 

Dengan membentuk generasi muda yang berkualitas, berintegritas dan sadar akan tanggung jawabnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik dan bermartabat bagi keberlangsungan hidup di masa yang akan datang. *** Sirilus Aristo Mbombo