SUARAFLOBAMORA.COM - Bank NTT akan menandatangani Sharing Holder Agreement (SHA) dengan Bank Jatim pada tanggal 16 Desember 2024, untuk memenuhi modal inti minimum Rp3 Triliun.
Kerjasama KUB (Kelompok Usaha Bank) bank NTT dengan Bank Jatim akan dibahas dalam RUPS LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) Bank Jatim pada Rabu, 11 Desember 2024.
Hal itu diungkap Kepala OJK RI Wilayah NTT, Japarman Manalu dalam kegiatan Media Gathering di Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Selasa, 10 Desember 2024.
"Kalau tidak ada perubahan maka pada 16 Desember 2024 ini akan dilaksanakan penandatangan SHA," ujar Japarman dilansir dari detikbali.com.
Menurut Kepala OJK RI NTT itu, dengan adanya dukungan Bank Jatim, maka Bank NTT memiliki peluang besar untuk selamat dan tetap menjadi kebanggaan Nusa Tenggara Timur.
"Jika kesepakatan ini tercapai, Bank NTT diproyeksikan mampu keluar dari ancaman turun status menjadi BPR," tandasnya.
Ia mengungkapkan, bahwa bank NTT butuh tambahan modal Rp600 Miliar untuk penuhi modal inti minimum bank yakni Rp3 Triliun. Sementara saat ini modal inti Bank NTT baru sebesar Rp 2,4 triliun.
"Untuk saat ini Bank NTT sangat sehat. Modal inti yang tidak mencapai Rp 3 triliun, maka akan memengaruhi kemampuan bank untuk menggaji karyawan dan menuntut profesionalisme pengurusnya," jelasnya.
Untuk diketahui, dalam RUPS LB Bank NTT pada Sabtu (16/11), para pemegang saham menyepakati rencana kerjasama Kelompok Usaha Bank (KUB) bank NTT dengan bank Jatim, untuk penuhi modal inti minimum bank NTT.
Hal itu disampaikan Direktur Dana dan Treasury Bank NTT sekaligus Plt Direktur Kredit Bank NTT, Hilarius Minggu pasca RUPS LB Bank NTT pada Sabtu, 16 November 2024.
"Proses KUB Bank NTT dengan Bank Jatim akan terus diproses hingga akhir tahun 2024. Targetnya akhir tahun proses KUB dengan Bank Jatim selesai," kata Hilarius usai RUPS LB.
Hilarius menjelaskan, terkait dengan Share Holder Agreement (SHA) dan sejumlah aturan turunan terkait KUB dengan Bank DKI masih sedang dibahas oleh para pemegang saham.
KUB dengna bank NTT, kata Hilarius, akan mendapatkan keuntungan yang baik dalam mendukung peningkatan Bank NTT menjadi lebih baik. ***